Tujuan kita makan adalah untuk menghasilkan energi buat kelangsungan hidup. Kebutuhan ini diproses mulai dari organ pencernaan dengan dibantu oleh semua kelenjar serta sel-sel tubuh yang menghasilkan enzim dan zat-zat kimia sesuai dengan yang dibutuhkan. Semua makanan yang kita makan kemudian diubah menjadi gula darah. Walau disini memakai istilah gula, tapi bukan berarti gula darah hanya terbentuk akibat kita makan atau minum manis.

Organ pencernaan manusia tidak mengenal rasa (manis, asin, pedas, pahit dsb). Yang dikenali hanya nutrisi yang terkandungan dalam makanan, biasa disebut makronutrisi, yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Makronutrisi inilah yang nantinya akan diubah menjadi gula darah dengan konversi masing-masing sebagai berikut:
100 gram karbohidrat akan menjadi 100 gram gula darah. Jadi konversinya 100%.
100 gram protein akan menjadi 56 gram gula darah. Jadi konversinya 56%.
100 gram lemak akan menjadi 10 gram gula darah. Jadi konversinya 10%.

Jika di tinjau dari data diatas, sepertinya memang lebih efisien jika kita menghentikan mengonsumsi karbohidrat dan diganti dengan protein. Tapi kalau ditinjau dari sisi resikonya, sebaiknya pertimbangkan dulu hal-hal berikut:
 Jumlah energi yang dibutuhkan sangat tidak mencukupi
 Akibatnya mengurai lemak tubuh secara besar-besaran
 Efeknya akan terbentuk keton (racun) sebagai produk sampingannya
 Dehidrasi
 Keasaman darah jadi meningkat drastis dan hal ini akan membahayakan tulang, hati, jantung serta ginjal
 Kebutuhan protein per hari manusia berkisar 0,8 – 1 gr x berat badan ideal.
 Kelebihan protein beresiko terhadap kinerja ginjal dan ginjal jadi bocor
 Kelebihan protein beresiko terjadi endapan di otak.

Sedikit tambahan, tahukah anda apa saja yang tergolong karbohidrat?
 Semua jenis tepung dan pati beserta turunannya..
 Semua jenis beras dan umbi.
 Semua jenis gula. Jadi gula merah, gula pasir, gula aren, gula batu, madu, semuanya adalah karbohidrat..
Jadi maksudnya saat kita mengonsumsi gula merah, maka tubuh kita tidak bisa membedakan dengan gula pasir atau gula batu. Yang diketahui oleh tubuh adalah kita sedang memasukkan karbohidrat. Begitu juga saat anda makan nasi. Tubuh tidak tahu mana nasi dari beras merah, putih atau hitam. Tubuh kita hanya mengenalinya sebagai karbohidrat. Dan jika mengonsumsinya tidak berlebihan, tentu tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Memang benar, karbohidrat itu dibedakan ada karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Mohon maaf, ini agak teknis ya..
Kenapa disebut karbohidrat sederhana..?
Sesuai dengan namanya, karbohdrat sederhana mempunyai mata rantai molekul yang sederhana (pendek). Sedangkan karbohidrat kompleks bentuk matarantai molekulnya lebih panjang (lebih kompleks). Jadi lebih lama untuk mencernanya. Hanya itu yang membedakannya.

Setelah anda mengetahui kerugian menghindari karbohidrat, sekarang kami sampaikan keuntungan tetap mengonsumsi karbohidrat, sebagai berikut:

 Lingkar perut cepat turun
 Penurunan berat badan stabil (tidak terlalu cepat ataupun lambat)
 Terhindar dari semua gangguan akibat kelebihan protein

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat. Sebenarnya masih banyak kerugiannya jika cara kita makan menghindari salah satu unsur dari makronutrisi. Tapi jika semuanya kami paparkan akan terkesan anda sedang di ruang kuliah, hehe..
Dan akhirnya salam hangat buat teman-teman semua.

Bahayanya Jika Mengganti Nasi Dengan Sumber Protein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *