Teman2..

Semua orangtua bijak tentu berharap anak2nya kelak menjadi orang yang terpandang, terhormat serta bermartabat. Terbebas dari semua permasalahan negatif kehidupan serta kesehatan. Tentu untuk mewujudkan semua ini butuh suatu upaya yang dilakukan dengan gigih, disiplin serta konsisten sejak dini. Ibarat membangun suatu bangunan, sebelum mendirikan bangunannya, maka yang dibuat lebih dahulu adalah fondasinya. Demikian pulalah yang terjadi dengan membangun impian manusia. Semuanya diawali dengan membangun konsep pikiran anaknya lebih dahulu sebagai fondasi agar harapan orangtua bisa terwujud.

Mengingat semua manusia belajar apapun mengenai kehidupan ini dari lingkungannya dan itupun dilakukan sejak dia masih kecil. Maka untuk mewujudkan harapannya, semua orangtua bijak akan senantiasa menanamkan konsep pikiran sebagai manusia luhur dan terhormat sejak awal, seperti:
Belajar menunda kepuasan semu
Belajar berkomunikasi dengan baik
Belajar mengelola emosi
Belajar mengutamakan ke jujuran
Belajar berupaya dengan gigih, tangguh, ulet dan telaten
Belajar mandiri
Belajar suka baca buku
Berusaha menjadi lebih baik
Belajar mengambil resiko (siap kecewa)
Belajar cara mengelola uang
Belajar bersyukur
Belajar menghargai hak orang lain

Memang rasanya agak terlalu idealis ya uraian ini. Apalagi kalau kita lihat dalam kehidupan nyata. Banyak orang2 culas serta licik tapi hidupnya malah lebih mapan ketimbang mereka yang memenuhi kriteria diatas. Sebagai orang bijak sebaiknya kita mengabaikan hal itu. Karena biar hidup orang2 culas tadi bisa lebih mapan tapi mereka tidak dihargai oleh lingkungannya. Dan biasanya mereka malah mempunyai banyak masalah.

Kembali ke laptop..
Tadi saya katakan bahwa semua manusia belajar mengenai kehidupan ini dari lingkungannya. Mengingat lingkungan terdekat anak adalah keluarganya maka tentu saja mereka akan belajar dari keluarganya. Disadari ataupun tidak anak akan selalu memperhatikan cara orang2 dewasa di keluarganya dalam bersikap maupun mengambil keputusan waktu menghadapi permasalahan hidup. Karena itu semua orang2 dewasa dalam keluarga sebaiknya berhati-hati dalam berucap, maupun bersikap sebagai tanggung-jawabnya untuk masa depan anak2 mereka.

Disamping itu sesayang apapun orangtua pada anaknya, sebaiknya mereka selalu melatih anaknya menhadapi situasi sulit. Misalnya dengan membiasakan memberikan challenge dan reward. Hal ini bertujuan untuk menanamkan di kesaran anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus melalui proses yang dinamakan upaya. Jadi hal ini kedepannya juga bisa melatih mereka dalam menentukan pilihan serta mengambil keputusan. Anak yang tumbuh dalam banyak kemudahan, umumnya mereka bisanya cuma selalu berharap pertolongan dan atau kemudahan dari orang lain. ~> Anda tahu akibatnya..?
Selain gampang menyerah saat menghadapi kesulitan, juga ada kemungkinan sering melakukan lobi untuk keuntungan diri sendiri.

Sekian dulu ya teman2, biar ga cape bacanya..
Besuk saya sambung..
(Bersambung)

Mutiara Kehidupan 25 Februari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *